Gorontalo-Home industry gula aren di
Desa Tupa, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, terus didorong
untuk meningkatkan kualitas produksi dan tata kelola usaha melalui implementasi
kerja sama dan pendampingan. Upaya tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan
potensi produk lokal sekaligus meningkatkan daya saing usaha masyarakat secara
berkelanjutan.
Universitas Negeri Gorontalo (UNG)
melalui program pengabdian kepada masyarakat melaksanakan pendampingan kepada pelaku
home industry gula aren di Desa Tupa. Program tersebut mengusung tema
“Peningkatan Daya Saing Home Industri Gula Aren melalui Optimalisasi Proses
Produksi dan Pengelolaan Keuangan” dan memperoleh pendanaan dari Direktorat
Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek tahun 2026
melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Implementasi kerja sama tersebut
diwujudkan melalui pendampingan yang mencakup penguatan proses produksi,
penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), pengendalian mutu, sanitasi,
hingga pengelolaan keuangan usaha. Pendekatan ini diarahkan agar mitra tidak
hanya memperoleh dukungan sarana, tetapi juga memiliki kemampuan untuk
mengoptimalkan teknologi dan pengetahuan yang diberikan dalam aktivitas usaha
sehari-hari.
Program ini diketuai oleh Titi Umi
Kalsum Hulopi, S.E., M.Ak. Pada aspek produksi, tim pelaksana mendampingi mitra
dalam menerapkan prosedur kerja yang lebih terarah dan konsisten. Penerapan SOP
menjadi bagian penting untuk memastikan setiap tahapan produksi memiliki
standar yang jelas, sementara pengendalian mutu dan sanitasi dilakukan untuk
menjaga kualitas serta kebersihan produk.
Pendampingan juga diberikan untuk
meningkatkan kapasitas mitra dalam memanfaatkan sarana produksi secara optimal.
Dengan demikian, dukungan yang diberikan tidak berhenti pada penyediaan
peralatan, tetapi dilanjutkan dengan proses transfer pengetahuan dan
keterampilan agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Ketua tim pelaksana, Titi Umi Kalsum
Hulopi, mengatakan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada
pemberian bantuan alat, tetapi juga memastikan teknologi dan pengetahuan yang
diberikan dapat dimanfaatkan oleh mitra untuk mengembangkan usaha.
“Kami tidak hanya memberikan bantuan
alat, tetapi juga memastikan teknologi dan pengetahuan yang diberikan dapat
digunakan oleh mitra untuk memperbaiki proses produksi dan mengembangkan usaha
secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selain aspek produksi, implementasi
kerja sama juga diarahkan pada penguatan tata kelola keuangan. Mitra
mendapatkan pendampingan dalam melakukan pencatatan dan pengelolaan keuangan
usaha secara lebih tertib. Penguatan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku
usaha mengetahui kondisi keuangan secara lebih jelas serta menjadikannya
sebagai dasar dalam menentukan strategi pengembangan usaha.
Pada kesempatan Monitoring dan
Evaluasi (Monev) pelaksanaan program, Ketua LPPM UNG, Prof. Lanto Ningrayati
Amali, menyampaikan bahwa peningkatan daya saing usaha masyarakat perlu
dilakukan secara terpadu, baik melalui penguatan kemampuan teknis maupun tata
kelola usaha.
“Pendampingan seperti ini penting
karena pelaku usaha tidak hanya membutuhkan peralatan, tetapi juga pengetahuan
dan kemampuan untuk mengoptimalkan penggunaannya. Penguatan proses produksi dan
pengelolaan keuangan akan membantu mitra mengembangkan usaha dengan lebih
baik,” ujar Prof. Ning.
Melalui implementasi kerja sama dan
pendampingan tersebut, home industry gula aren di Desa Tupa diharapkan semakin
mampu menjalankan proses produksi secara terstandar, menjaga mutu dan sanitasi,
serta mengelola keuangan usaha dengan lebih tertib.