Gorontalo-Universitas Negeri
Gorontalo (UNG) terus memperkuat implementasi kerja sama melalui kegiatan yang
memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui
pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif di Kelurahan Leato Utara,
Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Jumat (11/9/26).
KKN Kolaboratif UNG menghadirkan
sejumlah program yang berorientasi pada penguatan pengelolaan lingkungan dan
pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program tersebut disusun berdasarkan hasil
observasi terhadap kondisi, potensi, dan kebutuhan masyarakat setempat.
Empat fokus utama menjadi sasaran
kegiatan, yakni edukasi masyarakat, pengelolaan sampah organik melalui
komposter, pengembangan Bank Sampah, serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi digital.
Implementasi kerja sama tersebut
juga diperkuat melalui kolaborasi mahasiswa KKN UNG dengan mahasiswa KKN
Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam mengembangkan potensi lokal, khususnya
pemanfaatan hasil perikanan masyarakat pesisir.
Edukasi Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah dan Sekolah
Kelurahan Leato Utara memiliki
karakteristik wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan Teluk Tomini serta
kawasan perbukitan. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan mahasiswa
dalam merancang program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan hasil observasi,
pengelolaan sampah rumah tangga masih memerlukan penguatan, terutama dalam pemilahan
sampah organik dan anorganik. Untuk menjawab persoalan tersebut, mahasiswa KKN
melakukan edukasi secara langsung kepada masyarakat melalui pendekatan door to
door.
Edukasi diberikan mengenai
pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya, membedakan sampah organik dan
anorganik, serta memanfaatkan sampah secara lebih berkelanjutan.
Upaya tersebut kemudian diperluas ke
lingkungan sekolah melalui program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Mahasiswa memberikan pemahaman kepada siswa sekolah dasar mengenai pemilahan
sampah sekaligus mempraktikkan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).
Di SDN No. 47 dan SDN No. 48 Dumbo
Raya, siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Selain mendapatkan edukasi
mengenai kebersihan lingkungan, para siswa juga mampu mempraktikkan enam
langkah cuci tangan pakai sabun.
Komposter Rumah Tangga Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Organik
Implementasi program tidak berhenti
pada edukasi. Mahasiswa KKN Kolaboratif UNG juga menghadirkan solusi praktis
melalui pengembangan komposter rumah tangga untuk mengolah sampah organik.
Program dimulai dari perancangan
bentuk komposter, penyediaan bahan, pembuatan sampel, hingga proses perakitan
wadah yang dapat digunakan masyarakat. Mahasiswa selanjutnya melakukan
monitoring terhadap penggunaan komposter pada rumah penerima manfaat.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa
sebagian masyarakat telah mulai memanfaatkan komposter. Namun, masih terdapat
sejumlah kendala, terutama terkait pemahaman teknis penggunaan, pemanfaatan
cairan EM4, serta kebutuhan pendampingan lanjutan.
Temuan tersebut menjadi bahan
evaluasi mahasiswa agar program tidak berhenti pada penyerahan sarana, tetapi
dapat terus dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
Puncak program ditandai dengan
penyerahan wadah komposter rumah tangga kepada masyarakat di Kantor Kelurahan
Leato Utara. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Dumbo Raya, Lurah Leato Utara,
perangkat kelurahan, mahasiswa KKN UNG, serta masyarakat penerima manfaat.
Selain menyerahkan komposter,
mahasiswa memberikan penjelasan mengenai tata cara penggunaan dan
pengelolaannya. Untuk mendukung pemanfaatan hasil pengolahan sampah organik, mahasiswa
juga menyediakan media tanam berupa tanaman cabai, tomat, dan seledri yang
dibagikan kepada warga penerima komposter.
Langkah tersebut diharapkan dapat
mengubah cara pandang masyarakat bahwa sampah organik bukan hanya limbah,
tetapi juga sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas rumah
tangga.
Bank Sampah Perkuat Pengelolaan Sampah Anorganik
Pengelolaan sampah anorganik menjadi
fokus lain dalam implementasi program KKN Kolaboratif UNG. Mahasiswa
mengembangkan mekanisme Bank Sampah yang diarahkan khususnya untuk menangani
sampah plastik.
Program mencakup edukasi pemilahan
sampah, pengumpulan, pencatatan, penyediaan wadah, hingga koordinasi dengan
pihak yang dapat menerima dan mengelola sampah yang telah dikumpulkan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa
berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan, masyarakat, sekolah, serta pihak
pengelola sampah. Mahasiswa juga melakukan diskusi dengan pengelola TPS3R di
Leato Selatan untuk memperoleh pemahaman mengenai mekanisme pengelolaan sampah yang
dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Salah satu bentuk realisasi program
diwujudkan melalui pembuatan dan penyerahan simbolis wadah sampah plastik
kepada SDN No. 47 Dumbo Raya. Keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam
membangun kebiasaan memilah sampah sejak usia dini sekaligus memperluas gerakan
pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Digitalisasi UMKM Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat
Selain bidang lingkungan,
implementasi program kerja sama melalui KKN Kolaboratif UNG juga diarahkan pada
penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM.
Mahasiswa melakukan pendataan
terhadap pelaku UMKM di tiga lingkungan yang berada di Kelurahan Leato Utara.
Pendataan dilakukan secara door to door melalui wawancara untuk
mengidentifikasi kondisi, potensi, serta kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Sejumlah jenis usaha ditemukan di
wilayah tersebut, mulai dari usaha kuliner, toko sembako, tempat makan, hingga
rumah produksi. Berdasarkan hasil pendataan, mahasiswa kemudian memberikan
pendampingan mengenai pemanfaatan media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan
Instagram sebagai sarana promosi.
Pelaku UMKM diberikan pemahaman
mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk memperkenalkan produk, membangun
komunikasi dengan konsumen, dan memperluas jangkauan pemasaran.
Pendampingan juga mencakup
digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS serta penguatan identitas visual
usaha. Upaya tersebut diarahkan untuk membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan
perkembangan ekosistem ekonomi digital sekaligus meningkatkan daya saing usaha.
Kolaborasi UNG-UGM Kembangkan Potensi Hasil Perikanan
Implementasi kerja sama juga
diwujudkan melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN UNG dan mahasiswa KKN UGM
dalam mengembangkan potensi lokal masyarakat pesisir Leato Utara.
Salah satu potensi yang dikembangkan
adalah hasil perikanan yang menjadi salah satu sumber daya masyarakat di
kawasan tersebut. Melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi, mahasiswa
mengolah hasil perikanan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Salah satu inovasi yang diuji coba
adalah pembuatan kerupuk berbahan tulang ikan. Pemanfaatan bagian ikan yang
sebelumnya berpotensi menjadi limbah tersebut diharapkan dapat membuka peluang
pengembangan produk baru sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan bagi
masyarakat.
Kolaborasi ini menjadi contoh
bagaimana kerja sama antarlembaga perguruan tinggi dapat diimplementasikan
melalui kegiatan nyata yang menggabungkan pengetahuan, inovasi, dan potensi
lokal untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
KKN Diarahkan pada Pemberdayaan yang Berkelanjutan
Dalam pelaksanaan program, mahasiswa
mendapatkan pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni dr. Sri
Manovita Pateda, M.Kes., Ph.D.; Dr. Raghel Yunginger, S.Pd., M.Si.; Dr. Ir. Sri
Sutarni Arifin, S.Hut., M.Si.; dan Sitty Fadhilla Fitrianty, S.KM., M.K.M.
Rangkaian kegiatan KKN di Leato
Utara tidak hanya diarahkan pada penyelesaian program kerja, tetapi juga pada
peningkatan pengetahuan, keterampilan, pendampingan, serta evaluasi agar
masyarakat mampu melanjutkan program secara mandiri.
Empat bidang utama, yakni edukasi,
komposter, Bank Sampah, dan pemberdayaan UMKM, disusun berdasarkan hasil
observasi serta kebutuhan masyarakat. Pendekatan tersebut membuat program KKN
tidak hanya berorientasi pada kegiatan jangka pendek, tetapi juga diarahkan
untuk membangun kapasitas masyarakat.
Secara keseluruhan, berbagai program
dapat direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Meski demikian,
sejumlah program masih membutuhkan pendampingan dan keberlanjutan agar hasil
yang telah dicapai dapat dipertahankan.
Pemerintah kelurahan dan masyarakat
diharapkan dapat melanjutkan pengelolaan komposter dan Bank Sampah,
mempertahankan kebiasaan memilah sampah, serta memanfaatkan sarana dan
pengetahuan yang telah diberikan mahasiswa.
Sementara itu, pelaku UMKM
diharapkan dapat terus mengembangkan pemasaran melalui media digital,
memperkuat identitas usaha, menggunakan pembayaran digital, serta mengembangkan
potensi hasil perikanan lokal menjadi produk bernilai ekonomi.