Update Terkini

Berita

UNG IMPLEMENTASIKAN KERJA SAMA MELALUI DESAIN PENGELOLAAN AIR LIMBAH DAN PERSAMPAHAN PESISIR LEATO SELATAN
Umum
Umum 14 Sep 2026 0 dilihat

UNG IMPLEMENTASIKAN KERJA SAMA MELALUI DESAIN PENGELOLAAN AIR LIMBAH DAN PERSAMPAHAN PESISIR LEATO SELATAN

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengimplementasikan kerja sama melalui KKN Tematik Infrastruktur di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, dengan mendorong pengelolaan sanitasi dan persampahan pesisir secara berkelanjutan, Sabtu (12/9/26).

 

Implementasi kerja sama tersebut diwujudkan melalui kegiatan mahasiswa KKN Tematik Infrastruktur yang mengangkat tema “Kemitraan Multipihak untuk Pengelolaan Sanitasi dan Persampahan Berkelanjutan”. Melalui program ini, mahasiswa merancang pengelolaan air limbah domestik melalui sistem biofilter dan cubluk kembar, sekaligus mendesain sistem pengelolaan sampah pesisir berbasis ekonomi sirkular.

 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya UNG bersama mitra untuk menghadirkan solusi berbasis data terhadap persoalan sanitasi dan persampahan di kawasan pesisir. Rancangan mahasiswa yang dibimbing oleh Dr. Raghel Yunginger, Mulyani Z. Paramata, M.T., dan Dr. Boby R. Payu, disusun berdasarkan hasil survei lapangan serta pendataan Identifikasi Masalah dan Analisis Potensi (IMAP).

 

Hasil pendataan tersebut kemudian dipaparkan dalam Focus Group Discussion (FGD) pertama yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Gorontalo, pemerintah kecamatan dan kelurahan, SDGs Center UNG, masyarakat, serta pemerhati lingkungan Rosyid A. Adzhar.

 

Sebagai bagian dari tahapan implementasi kerja sama, pada FGD kedua yang dilaksanakan 12 September 2026, mahasiswa memaparkan dua desain pengolahan air limbah rumah tangga, yakni sistem biofilter untuk greywater dan cubluk kembar untuk blackwater.

 

Kedua sistem tersebut dirancang untuk menurunkan beban pencemar antropogenik sebelum air limbah masuk ke lingkungan perairan. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pengendalian pencemaran dari kawasan permukiman yang berada di wilayah pesisir.

 

Selain pengelolaan air limbah, mahasiswa juga melakukan pemetaan terhadap profil dan volume sampah yang dihasilkan di kawasan pesisir Leato Selatan. Data tersebut menjadi dasar dalam merancang sistem pengelolaan sampah secara terpadu, mulai dari pemilahan, pengangkutan, hingga proses pengolahan dan daur ulang berbasis ekonomi sirkular.

 

Sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi pupuk kompos dan pellet pakan. Sementara itu, sampah anorganik difokuskan pada pemilahan dan pengepakan berdasarkan jenis serta profil sampah yang memiliki nilai jual.

 

Material yang masih memiliki nilai ekonomi selanjutnya diarahkan untuk dikelola secara terpadu melalui TPS3R Leato Selatan. Pendekatan tersebut tidak hanya berpotensi mengurangi volume sampah yang masuk ke lingkungan, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

 

Integrasi desain pengelolaan air limbah dan persampahan tersebut diarahkan untuk memutus jalur utama pencemaran dari daratan, khususnya limbah domestik dan sampah yang berpotensi terbawa hingga ke kawasan pantai dan laut.

 

Camat Dumbo Raya, Heriyanto M. Abas, S.E., mengapresiasi desain yang dikembangkan mahasiswa karena disusun berdasarkan data serta kondisi nyata di lapangan.

 

Menurutnya, solusi yang ditawarkan mahasiswa merupakan inovasi yang ilmiah dan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan, khususnya terkait sanitasi, persampahan, dan perlindungan lingkungan pesisir.

 

Inisiatif tersebut dinilai penting mengingat Kelurahan Leato Selatan merupakan kawasan pesisir yang terhubung langsung dengan perairan Teluk Tomini. Kawasan tersebut memiliki fungsi ekologis, ekonomi, sosial, dan pariwisata yang perlu dijaga keberlanjutannya.

 

Melalui KKN Tematik Infrastruktur, kerja sama LP2M-UNG dengan Kementerian PUPR diwujudkan dalam bentuk kontribusi keilmuan mahasiswa melalui penyusunan desain pengelolaan air limbah dan persampahan berbasis kondisi lapangan.

 

Kolaborasi tersebut juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan kelurahan, instansi teknis, perguruan tinggi, masyarakat, hingga pemerhati lingkungan. Pendekatan multipihak ini menjadi bagian penting dalam memastikan solusi yang dirancang dapat selaras dengan kebutuhan dan arah kebijakan pembangunan daerah.

 

Melalui implementasi kerja sama tersebut, UNG berupaya memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu tujuan 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, tujuan 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta tujuan 14 tentang ekosistem lautan.

 

Pada saat yang sama, keterlibatan berbagai pihak dalam perencanaan dan pengembangan solusi tersebut memperkuat semangat SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

 

Melalui program ini, UNG menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan pesisir dan laut dapat dimulai dari pembenahan sanitasi serta pengelolaan persampahan di tingkat rumah tangga, yang kemudian diperkuat melalui kolaborasi multipihak dan tata kelola berkelanjutan.