Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: DOSEN FIS UNG DORONG PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK MELALUI KAMPANYE DIGITAL ECO-ENZYME
Umum
Umum 14 Oct 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA: DOSEN FIS UNG DORONG PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK MELALUI KAMPANYE DIGITAL ECO-ENZYME

Gorontalo-Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Kampanye Digital Eco-Enzyme: Edukasi Pemanfaatan Sampah Buah melalui Konten Media Sosial” yang dilaksanakan di Kantor Lurah Donggala, Selasa (13/10/26).

 

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama dalam mendukung edukasi lingkungan berbasis komunikasi digital. Melalui program tersebut, tim dosen FIS UNG mengintegrasikan keilmuan komunikasi dengan upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai pemilahan dan pemanfaatan sampah organik rumah tangga.

 

Program pengabdian ini diketuai oleh Wira Pratama Rumambie, dengan anggota tim Muhammad Akram Mursalim, Feni Mariana, dan Ramansyah. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan edukasi yang tidak hanya memberikan pemahaman tentang pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong masyarakat memanfaatkan media digital sebagai sarana penyebarluasan informasi lingkungan.

 

Ketua tim pengabdian, Wira Pratama Rumambie, menjelaskan bahwa persoalan sampah rumah tangga membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pengolahan limbah, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan masyarakat dalam memilah dan memanfaatkan sampah sejak dari sumbernya.

 

Menurutnya, komunikasi memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

 

“Pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas atau memperkenalkan teknologi pengolahan. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana membangun kesadaran masyarakat melalui edukasi dan komunikasi yang mudah dipahami. Melalui kampanye digital, pesan lingkungan dapat disampaikan secara lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian memberikan materi mengenai persoalan sampah, pengenalan jenis sampah organik dan anorganik, serta pentingnya pemilahan sampah sejak dari lingkungan rumah tangga. Materi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi timbulan sampah.

 

Salah satu materi utama yang diperkenalkan adalah pemanfaatan sampah buah sebagai bahan pembuatan eco-enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi bahan organik, seperti kulit buah, dengan campuran air dan gula. Pengenalan metode ini menjadi bagian dari edukasi mengenai alternatif pemanfaatan sampah organik agar bahan yang masih berpotensi digunakan tidak langsung dibuang.

 

Selain edukasi mengenai pengolahan sampah, tim dosen FIS UNG juga memperkenalkan strategi kampanye digital melalui pemanfaatan media sosial. Peserta diberikan pemahaman mengenai cara mengemas pesan lingkungan ke dalam konten visual, foto, maupun video sederhana agar informasi lebih menarik, komunikatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.

 

Wira menambahkan bahwa media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus membangun partisipasi masyarakat dalam menyebarkan informasi mengenai kepedulian lingkungan.

 

“Melalui konten digital, masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berperan sebagai penyampai pesan lingkungan. Hal sederhana seperti membagikan informasi pemilahan sampah atau proses pemanfaatan limbah buah dapat menjadi bagian dari kampanye positif yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.

 

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta pendampingan kepada peserta. Pendekatan partisipatif ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendiskusikan persoalan sampah di lingkungan sekitar dan memahami peluang penerapan pengelolaan sampah organik dalam kehidupan sehari-hari.

 

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat didorong untuk mulai membangun kebiasaan memilah sampah, memanfaatkan bahan organik yang masih memiliki nilai guna, serta menyebarluaskan informasi mengenai praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Edukasi melalui kampanye digital juga diharapkan dapat memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

 

Dari perspektif keilmuan, kegiatan ini menunjukkan bahwa Ilmu Komunikasi memiliki peran strategis dalam mendukung upaya penyelesaian persoalan lingkungan. Komunikasi digital tidak hanya berfungsi sebagai media penyebaran informasi, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi, pemberdayaan, dan penguatan partisipasi masyarakat.

 

Melalui program pengabdian ini, tim dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FIS UNG berharap implementasi kerja sama dengan berbagai pihak dapat terus dikembangkan untuk mendukung edukasi lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat diharapkan mampu memperluas penerapan praktik pengelolaan sampah organik serta meningkatkan literasi lingkungan melalui pemanfaatan teknologi komunikasi digital.

 

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam menghadirkan kontribusi akademik yang berdampak bagi masyarakat. Dengan menggabungkan edukasi pengelolaan sampah organik dan kampanye digital eco-enzyme, dosen FIS UNG berupaya mendorong terbentuknya kesadaran dan perilaku masyarakat yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.