Update Terkini

Berita

KOLABORASI PENGABDIAN UNG HASILKAN LIMA PRODUK MAINAN EDUKATIF DARI LIMBAH PLASTIK RUMAH TANGGA
Umum
Umum 15 Oct 2026 0 dilihat

KOLABORASI PENGABDIAN UNG HASILKAN LIMA PRODUK MAINAN EDUKATIF DARI LIMBAH PLASTIK RUMAH TANGGA

Gorontalo-Kolaborasi dosen lintas fakultas Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Komunitas Tanggidaa Grup Kota Gorontalo berhasil menghasilkan lima produk mainan edukatif berbahan dasar limbah plastik rumah tangga. Inovasi ini dikembangkan melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Tahun 2026 yang didanai melalui skema BIMA, sebagai upaya mengintegrasikan pengelolaan sampah, kreativitas masyarakat, dan pengembangan media pembelajaran bagi anak usia dini.

 

Program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Inovasi Kriya Mainan Edukatif Daur Ulang Plastik Rumah Tangga bagi Anak Usia Dini” tersebut menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas masyarakat dalam mengembangkan produk kreatif yang memiliki nilai edukatif sekaligus mendukung kepedulian terhadap lingkungan.

 

Tim pengabdian diketuai oleh Wira Pratama Rumambie, S.Ds., M.Ds., dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial UNG, dengan anggota Siti Mayasari Pakaya, S.Sos., M.I.Kom., dosen Ilmu Komunikasi FIS UNG, serta Sri Rawanti, S.Pd., M.Pd., dosen Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Fakultas Ilmu Pendidikan UNG.

 

Ketua tim pengabdian, Wira Pratama Rumambie, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari persoalan limbah plastik rumah tangga yang masih menjadi tantangan lingkungan, sekaligus kebutuhan akan media pembelajaran yang kreatif dan interaktif bagi anak usia dini.

 

Menurutnya, melalui pendekatan desain kriya dan pendidikan, limbah plastik dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah plastik rumah tangga tidak selalu berakhir sebagai sampah. Dengan kreativitas dan pengolahan yang tepat, material tersebut dapat dikembangkan menjadi produk edukatif yang bermanfaat bagi anak-anak sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian bersama Komunitas Tanggidaa Grup menjalankan sejumlah tahapan kegiatan, mulai dari sosialisasi dan identifikasi kebutuhan mitra, pengolahan limbah plastik, perancangan desain produk, produksi dan pendampingan, hingga diseminasi hasil program.

 

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, tim berhasil mengembangkan lima produk mainan edukatif berbasis pemanfaatan kembali limbah plastik rumah tangga. Produk-produk ini dirancang untuk mendukung proses belajar anak usia dini melalui aktivitas bermain yang kreatif dan interaktif.

 

Lima produk yang dikembangkan meliputi papan alfabet edukatif, papan angka magnetik, puzzle bentuk geometri, serta kotak permainan edukatif yang mencakup dua bentuk atau variasi permainan. Setiap produk memiliki fungsi pembelajaran yang berbeda, mulai dari pengenalan huruf dan angka, latihan berhitung sederhana, pengenalan bentuk dan warna, hingga aktivitas mencocokkan bentuk serta stimulasi koordinasi motorik anak.

 

Wira menambahkan, pengembangan produk tidak hanya menitikberatkan pada tampilan visual, tetapi juga mempertimbangkan fungsi edukatif, kemudahan penggunaan, dan potensi pengembangan produk secara berkelanjutan.

 

“Kami tidak hanya ingin menghasilkan mainan dari bahan daur ulang, tetapi juga mengembangkan media yang memiliki nilai pembelajaran. Karena itu, pendekatan desain dan pendidikan anak usia dini menjadi bagian penting dalam proses perancangan produk bersama mitra,” tambahnya.

 

Kolaborasi lintas disiplin ilmu menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan program ini. Bidang komunikasi dan desain berkontribusi dalam pengembangan konsep visual, kreativitas produk, serta penyampaian informasi. Sementara itu, bidang pendidikan anak usia dini memperkuat aspek pembelajaran melalui aktivitas bermain yang sesuai dengan kebutuhan anak.

 

Selain menghasilkan produk, kegiatan pengabdian ini juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan Komunitas Tanggidaa Grup dalam mengolah material plastik, merancang produk kriya, serta mengembangkan potensi kreativitas yang dapat menjadi peluang usaha berbasis ekonomi kreatif.

 

Sebagai bagian dari diseminasi hasil program, tim pengabdian turut melibatkan sejumlah lembaga pendidikan anak usia dini, yakni TK Sukma Bangsa, TK Damhil DWP UNG, dan TK Agropolitan. Keterlibatan lembaga pendidikan tersebut menjadi langkah untuk memperkenalkan pemanfaatan produk kriya daur ulang sebagai alternatif media pembelajaran yang kreatif dan ramah lingkungan.

 

Program PISN 2026 ini memiliki tiga orientasi utama, yaitu pemanfaatan kembali limbah plastik untuk mendukung kepedulian lingkungan, pengembangan media pembelajaran kreatif bagi anak usia dini, serta pemberdayaan komunitas melalui potensi pengembangan produk kriya.

 

Meski telah menghasilkan lima produk mainan edukatif, tim pengabdian tetap menempatkan peningkatan kualitas dan keamanan produk sebagai bagian dari pengembangan berikutnya. Upaya tersebut mencakup penyempurnaan desain, peningkatan kapasitas produksi mitra, serta perluasan kerja sama dengan lembaga pendidikan anak usia dini.

 

Hasil program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun model pemberdayaan masyarakat yang menghubungkan inovasi material, desain produk, dan kebutuhan pendidikan anak usia dini. Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan komunitas, limbah plastik rumah tangga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengembangan produk kreatif yang memiliki nilai edukatif dan potensi ekonomi.

 

Di akhir pelaksanaan program, Ketua Tim Pengabdian, Wira Pratama Rumambie, S.Ds., M.Ds., bersama anggota tim, Siti Mayasari Pakaya, S.Sos., M.I.Kom., dan Sri Rawanti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, atas dukungan pendanaan melalui Program Inovasi Seni Nusantara Tahun 2026. Dukungan tersebut berperan dalam menunjang pelaksanaan kegiatan, pengembangan inovasi kriya, serta pencapaian luaran program pengabdian kepada masyarakat.

 

Tim pengabdian juga menyampaikan terima kasih kepada Universitas Negeri Gorontalo, Komunitas Tanggidaa Grup sebagai mitra pelaksana, serta TK Sukma Bangsa, TK Damhil DWP UNG, dan TK Agropolitan atas dukungan dan keterlibatan dalam pelaksanaan program. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut melalui peningkatan kualitas produk, penguatan kapasitas komunitas, serta perluasan pemanfaatan inovasi kriya daur ulang plastik sebagai media pembelajaran bagi anak usia dini.