Update Terkini

Berita

IMPLEMENTASI KERJA SAMA UNG DORONG PEMANFAATAN IKAN SAPU-SAPU MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMI
Umum
Umum 10 Sep 2026 0 dilihat

IMPLEMENTASI KERJA SAMA UNG DORONG PEMANFAATAN IKAN SAPU-SAPU MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMI

Gorontalo-Keberadaan ikan sapu-sapu di perairan dapat menjadi persoalan ketika populasinya berkembang dan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem. Namun, di sisi lain, keberadaan ikan tersebut dapat dimanfaatkan menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi bagi masyarakat.

 

Upaya pemanfaatan tersebut diwujudkan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui implementasi kerja sama dalam program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pengendalian Spesies Invasif melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengolahan Ikan Sapu-Sapu menjadi Tepung Ikan sebagai Upaya Penguatan Ekonomi.” Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Limehe Timur, Kecamatan Tabongo, dengan mengedepankan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan ikan sapu-sapu menjadi tepung ikan.

 

Program tersebut dilaksanakan oleh tim dosen UNG yang terdiri atas Sri Rahayu Kalaka, S.Pi., M.Si., Prof. Dr. Femy Mahmud Sahami, S.Pi., M.Si., dan Dr. Mohamad Agus Salim Monoarfa, S.E., M.M. Dalam pelaksanaannya, kegiatan turut melibatkan mahasiswa UNG sebagai bagian dari proses pendampingan, pemberdayaan, dan transfer pengetahuan kepada masyarakat.

 

Implementasi kerja sama ini diarahkan untuk memberikan solusi terhadap persoalan keberadaan ikan sapu-sapu sekaligus membuka peluang pemanfaatan yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui pengolahan menjadi tepung ikan, ikan sapu-sapu yang sebelumnya belum banyak dimanfaatkan secara ekonomi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut.

 

Masyarakat Desa Limehe Timur mendapatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai pemanfaatan serta pengolahan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku tepung ikan. Proses tersebut tidak hanya berfokus pada pengolahan bahan baku, tetapi juga mendorong masyarakat untuk melihat potensi ekonomi dari sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

 

Pendekatan pemberdayaan ini menjadi bagian penting dalam implementasi kerja sama karena masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam proses pengembangan dan pemanfaatan potensi lokal. Dengan keterampilan yang diperoleh, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan alternatif pemanfaatan hasil tangkapan ikan sapu-sapu secara produktif.

 

Pengolahan ikan sapu-sapu menjadi tepung ikan juga mempertemukan aspek lingkungan dan ekonomi dalam satu kegiatan. Di satu sisi, pemanfaatan ikan tersebut dapat mendukung upaya pengendalian spesies invasif, sementara di sisi lain hasil pengolahannya dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) program, Ketua LPPM UNG, Prof. Lanto Ningrayati Amali, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana persoalan lingkungan dapat diatasi melalui pendekatan pemberdayaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

 

“Program ini memberikan pendekatan yang menarik karena ikan sapu-sapu yang selama ini menjadi persoalan di perairan dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna. Kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan pengolahan, tetapi juga mampu mengembangkan pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai peluang ekonomi,” ujarnya.

 

Melalui implementasi kerja sama tersebut, UNG terus mendorong pengembangan solusi berbasis potensi lokal yang tidak hanya memberikan manfaat terhadap lingkungan, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat.

 

Program pengolahan ikan sapu-sapu menjadi tepung ikan di Desa Limehe Timur diharapkan dapat menjadi salah satu model pemberdayaan yang mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang ekonomi. Dengan adanya pendampingan dan keterampilan yang diperoleh, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan pemanfaatan ikan sapu-sapu secara berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.