Update Terkini

Berita

KERJA SAMA RISET UNG DORONG PEMANFAATAN LIMBAH BULU AYAM UNTUK PAKAN ALTERNATIF IKAN LELE
Penelitian
Penelitian 29 Oct 2026 0 dilihat

KERJA SAMA RISET UNG DORONG PEMANFAATAN LIMBAH BULU AYAM UNTUK PAKAN ALTERNATIF IKAN LELE

Gorontalo-Dosen Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo (FKTP UNG), Prof. Dr. Yuniarti Koniyo, M.P., bersama Fatria Siti Maharani Darise dan Dr. Juliana, melakukan penelitian mengenai pemanfaatan tepung bulu ayam sebagai sumber protein alternatif dalam pakan buatan untuk mendukung pertumbuhan ikan lele (Clarias sp.). Penelitian ini menjadi salah satu upaya pengembangan inovasi bahan baku pakan melalui pemanfaatan limbah yang berpotensi mendukung keberlanjutan sektor perikanan.

 

Penelitian berjudul “Pengaruh Tepung Bulu Ayam sebagai Bahan Buatan untuk Sumber Protein terhadap Laju Pertumbuhan Ikan Lele (Clarias sp.)” tersebut dipublikasikan dalam Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan, Volume 7, Nomor 2, halaman 231–241, pada Mei 2026.

 

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pakan sebagai salah satu faktor utama dalam keberhasilan budidaya ikan. Ketersediaan bahan baku pakan yang memiliki kandungan protein dan berpotensi dimanfaatkan secara optimal menjadi salah satu aspek yang perlu dikembangkan untuk mendukung efisiensi budidaya perikanan. Dalam konteks tersebut, pemanfaatan limbah bulu ayam sebagai bahan baku alternatif membuka peluang diversifikasi sumber protein dalam formulasi pakan ikan.

 

Dalam pelaksanaannya, peneliti menggunakan tepung bulu ayam sebagai bahan tambahan sumber protein pada pakan ikan lele dengan empat variasi dosis, yakni 3%, 5%, 7%, dan 9%. Setiap perlakuan dilakukan dalam tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan panjang dan berat ikan, tingkat kelangsungan hidup, rasio konversi pakan, serta kualitas air selama pemeliharaan. Data penelitian selanjutnya dianalisis menggunakan analisis ragam atau Analysis of Variance (ANOVA).

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bulu ayam berpengaruh terhadap pertumbuhan panjang dan berat ikan lele pada taraf kepercayaan 95%. Perlakuan dengan dosis 5% menghasilkan pertumbuhan terbaik berdasarkan pengamatan penelitian, sedangkan rasio konversi pakan terbaik diperoleh pada dosis 3%. Tingkat kelangsungan hidup ikan selama penelitian mencapai 100%.

 

Kondisi kualitas air selama pemeliharaan juga diamati sebagai bagian dari evaluasi penelitian. Hasil pengukuran menunjukkan suhu sekitar 26°C, pH berkisar 7,4–7,6, dan oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO) sebesar 6,7–6,9 mg/L.

 

Temuan ini menunjukkan bahwa tepung bulu ayam berpotensi dikembangkan sebagai salah satu bahan sumber protein alternatif dalam formulasi pakan ikan lele. Pemanfaatan limbah tersebut juga membuka peluang pengembangan bahan baku pakan yang lebih beragam, sekaligus mendorong kajian mengenai pemanfaatan hasil samping industri peternakan untuk mendukung kegiatan budidaya perikanan.

 

Dari sisi pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian nutrisi ikan dan teknologi pakan, khususnya dalam upaya meningkatkan efisiensi budidaya. Hasilnya juga dapat menjadi referensi bagi penelitian lanjutan mengenai proses pengolahan tepung bulu ayam, kualitas nutrisi bahan baku, serta penerapannya dalam formulasi pakan yang aman dan efektif.

 

Melalui penelitian ini, FKTP UNG berkontribusi dalam pengembangan inovasi di bidang kelautan dan perikanan, terutama dalam mengeksplorasi potensi bahan baku alternatif untuk mendukung budidaya ikan yang produktif dan berkelanjutan. Pemanfaatan hasil riset diharapkan dapat membuka peluang pengembangan teknologi pakan yang sesuai dengan kebutuhan pembudidaya serta mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal.

 

Publikasi ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan sektor perikanan. Pengembangan riset dan kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan dapat mendorong pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung inovasi pakan dan pengembangan budidaya ikan di masa mendatang.

Sumber: https://journal.trunojoyo.ac.id/juvenil/article/view/34316