Gorontalo-Dosen
Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo (FKTP
UNG), Prof. Dr. Yuniarti Koniyo, M.P., bersama Fatria Siti Maharani Darise dan
Dr. Juliana, melakukan penelitian mengenai pemanfaatan tepung bulu ayam sebagai
sumber protein alternatif dalam pakan buatan untuk mendukung pertumbuhan ikan
lele (Clarias sp.). Penelitian ini menjadi salah satu upaya pengembangan
inovasi bahan baku pakan melalui pemanfaatan limbah yang berpotensi mendukung
keberlanjutan sektor perikanan.
Penelitian
berjudul “Pengaruh Tepung Bulu Ayam sebagai Bahan Buatan untuk Sumber Protein
terhadap Laju Pertumbuhan Ikan Lele (Clarias sp.)” tersebut dipublikasikan
dalam Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan, Volume 7, Nomor 2, halaman
231–241, pada Mei 2026.
Penelitian
ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pakan sebagai salah satu faktor utama
dalam keberhasilan budidaya ikan. Ketersediaan bahan baku pakan yang memiliki
kandungan protein dan berpotensi dimanfaatkan secara optimal menjadi salah satu
aspek yang perlu dikembangkan untuk mendukung efisiensi budidaya perikanan.
Dalam konteks tersebut, pemanfaatan limbah bulu ayam sebagai bahan baku
alternatif membuka peluang diversifikasi sumber protein dalam formulasi pakan
ikan.
Dalam
pelaksanaannya, peneliti menggunakan tepung bulu ayam sebagai bahan tambahan
sumber protein pada pakan ikan lele dengan empat variasi dosis, yakni 3%, 5%,
7%, dan 9%. Setiap perlakuan dilakukan dalam tiga ulangan. Parameter yang
diamati meliputi pertumbuhan panjang dan berat ikan, tingkat kelangsungan
hidup, rasio konversi pakan, serta kualitas air selama pemeliharaan. Data
penelitian selanjutnya dianalisis menggunakan analisis ragam atau Analysis of
Variance (ANOVA).
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bulu ayam berpengaruh terhadap
pertumbuhan panjang dan berat ikan lele pada taraf kepercayaan 95%. Perlakuan
dengan dosis 5% menghasilkan pertumbuhan terbaik berdasarkan pengamatan penelitian,
sedangkan rasio konversi pakan terbaik diperoleh pada dosis 3%. Tingkat
kelangsungan hidup ikan selama penelitian mencapai 100%.
Kondisi
kualitas air selama pemeliharaan juga diamati sebagai bagian dari evaluasi
penelitian. Hasil pengukuran menunjukkan suhu sekitar 26°C, pH berkisar
7,4–7,6, dan oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO) sebesar 6,7–6,9 mg/L.
Temuan
ini menunjukkan bahwa tepung bulu ayam berpotensi dikembangkan sebagai salah
satu bahan sumber protein alternatif dalam formulasi pakan ikan lele.
Pemanfaatan limbah tersebut juga membuka peluang pengembangan bahan baku pakan
yang lebih beragam, sekaligus mendorong kajian mengenai pemanfaatan hasil
samping industri peternakan untuk mendukung kegiatan budidaya perikanan.
Dari
sisi pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian ini memberikan kontribusi
terhadap kajian nutrisi ikan dan teknologi pakan, khususnya dalam upaya
meningkatkan efisiensi budidaya. Hasilnya juga dapat menjadi referensi bagi
penelitian lanjutan mengenai proses pengolahan tepung bulu ayam, kualitas
nutrisi bahan baku, serta penerapannya dalam formulasi pakan yang aman dan
efektif.
Melalui
penelitian ini, FKTP UNG berkontribusi dalam pengembangan inovasi di bidang
kelautan dan perikanan, terutama dalam mengeksplorasi potensi bahan baku
alternatif untuk mendukung budidaya ikan yang produktif dan berkelanjutan.
Pemanfaatan hasil riset diharapkan dapat membuka peluang pengembangan teknologi
pakan yang sesuai dengan kebutuhan pembudidaya serta mendorong pemanfaatan
sumber daya secara lebih optimal.
Publikasi
ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan penelitian
yang relevan dengan kebutuhan sektor perikanan. Pengembangan riset dan
kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan dapat mendorong pemanfaatan hasil
penelitian untuk mendukung inovasi pakan dan pengembangan budidaya ikan di masa
mendatang.
Sumber: https://journal.trunojoyo.ac.id/juvenil/article/view/34316