Gorontalo-Universitas
Negeri Gorontalo (UNG) terus mendorong pengembangan riset di bidang perikanan
melalui penelitian mengenai pemanfaatan probiotik buatan untuk mengoptimalkan
pertumbuhan benih ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Penelitian ini
dilakukan oleh dosen Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) UNG, Dr.
Juliana dan Indra G. Ahmad, bersama Icha Nurmayanti Mohamad.
Riset
berjudul “Efektivitas Probiotik Buatan (Yoyic, Ragi dan Gula Merah) terhadap
Pertumbuhan Hidup Benih Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus)” tersebut telah
dipublikasikan dalam Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan, Volume 7,
Nomor 2, halaman 198–209, pada Mei 2026. Publikasi ini menjadi salah satu
luaran penelitian yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan
inovasi teknologi budidaya perikanan.
Penelitian
tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan kualitas air dan
keseimbangan mikrobiota dalam menunjang keberhasilan budidaya ikan. Pemanfaatan
probiotik menjadi salah satu alternatif yang dapat dikaji untuk membantu
memperbaiki kondisi lingkungan pemeliharaan, mendukung kesehatan ikan, serta
meningkatkan pertumbuhan benih selama proses budidaya.
Dalam
pelaksanaannya, penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Dosis probiotik yang diuji
meliputi 0 mL, 50 mL, 100 mL, dan 150 mL. Adapun parameter pengamatan mencakup
pertumbuhan berat mutlak, pertambahan panjang mutlak, dan tingkat kelangsungan
hidup benih ikan nila merah.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik dengan dosis berbeda
memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan benih ikan nila merah. Dosis 100
mL menghasilkan pertumbuhan berat mutlak tertinggi sebesar 1,65 gram dan
pertambahan panjang mutlak sebesar 2,10 cm. Sementara itu, dosis 150 mL
menghasilkan pertumbuhan berat sebesar 1,56 gram dan pertambahan panjang 2,09
cm, sedangkan dosis 50 mL menghasilkan pertumbuhan berat sebesar 1,33 gram dan
pertambahan panjang 1,61 cm.
Sebagai
pembanding, kelompok tanpa pemberian probiotik mencatat pertumbuhan berat
mutlak sebesar 1,27 gram dan pertambahan panjang mutlak sebesar 1,36 cm. Temuan
ini menunjukkan bahwa dosis 100 mL memberikan hasil pertumbuhan terbaik
berdasarkan kedua parameter yang diamati dalam kondisi penelitian tersebut.
Selain
pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup benih ikan nila merah mencapai 100
persen pada seluruh perlakuan, termasuk kelompok tanpa penambahan probiotik.
Hasil ini menunjukkan bahwa seluruh kelompok memiliki tingkat kelangsungan
hidup yang tinggi selama periode pengamatan, meskipun terdapat perbedaan
pertumbuhan berdasarkan dosis probiotik yang diberikan.
Melalui
publikasi hasil penelitian ini, FKTP UNG turut memperkuat kontribusi akademik
dalam pengembangan teknologi budidaya perikanan berbasis hasil riset. Temuan
tersebut dapat menjadi referensi bagi pengembangan metode pemeliharaan ikan
nila merah, khususnya dalam mengkaji penggunaan probiotik buatan sebagai salah
satu pendekatan untuk mendukung pertumbuhan ikan.
Meski
demikian, penerapan hasil penelitian pada skala budidaya yang lebih luas perlu
mempertimbangkan konsentrasi probiotik, volume air, kepadatan ikan, serta
kondisi lingkungan pemeliharaan. Penelitian lanjutan juga diperlukan untuk mengevaluasi
konsistensi hasil, efisiensi biaya, dan efektivitas penggunaannya dalam
berbagai kondisi budidaya.
Pengembangan
riset di bidang ini diharapkan dapat membuka peluang inovasi dalam budidaya
perikanan air tawar sekaligus memperkuat pemanfaatan hasil penelitian perguruan
tinggi. Dengan demikian, kegiatan riset dan publikasi ilmiah dapat
berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas perikanan serta pengembangan
praktik budidaya yang berkelanjutan.
Sumber:
https://journal.trunojoyo.ac.id/juvenil/article/view/34345