Update Terkini

Berita

UNG PERKUAT KOLABORASI PENELITIAN PERIKANAN MELALUI INOVASI MASKULINISASI IKAN NILA
Penelitian
Penelitian 30 Oct 2026 0 dilihat

UNG PERKUAT KOLABORASI PENELITIAN PERIKANAN MELALUI INOVASI MASKULINISASI IKAN NILA

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di bidang kelautan dan perikanan melalui penelitian yang mengeksplorasi pemanfaatan bahan alami dalam kegiatan budidaya. Salah satu kajian yang dikembangkan adalah penelitian mengenai efektivitas kombinasi madu hutan dan air kelapa sebagai sumber fitohormon alami dalam proses maskulinisasi larva ikan nila (Oreochromis niloticus).

 

Penelitian berjudul “Efektivitas dari Madu Hutan dan Air Kelapa sebagai Fitohormon Alami terhadap Proses Maskulinisasi Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus)” ditulis oleh Moh Kelvin Makus, Juliana Juliana, dan Mita Alvionita. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan, Volume 7, Nomor 2, halaman 179–187, pada Mei 2026.

 

Penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk mengembangkan alternatif bahan alami dalam proses maskulinisasi ikan nila, yang selama ini antara lain dilakukan menggunakan hormon sintetis. Teknik maskulinisasi bertujuan meningkatkan proporsi ikan jantan dalam populasi budidaya karena ikan nila jantan berpotensi memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dalam kondisi pemeliharaan tertentu. Pengembangan alternatif berbahan alami diharapkan dapat mendukung inovasi teknologi akuakultur yang lebih berkelanjutan.

 

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu pemberian madu hutan, air kelapa muda, kombinasi madu hutan dan air kelapa, serta perlakuan kontrol. Setiap perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali ulangan. Larva ikan nila berumur tiga hari setelah menetas direndam selama 10 jam, kemudian dipelihara selama 60 hari untuk mengevaluasi persentase ikan jantan dan tingkat kelangsungan hidup.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi madu hutan dan air kelapa pada perlakuan C menghasilkan persentase ikan jantan tertinggi, yakni 84,72%. Sementara itu, tingkat kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan pemberian air kelapa muda, yaitu sebesar 96,67%. Berdasarkan analisis statistik menggunakan ANOVA, perlakuan yang diberikan menunjukkan pengaruh nyata terhadap parameter yang diteliti pada taraf signifikansi 5%.

 

Temuan tersebut memperlihatkan potensi pemanfaatan kombinasi bahan alami dalam mendukung pengembangan teknik maskulinisasi ikan nila. Selain membuka peluang pemanfaatan sumber daya yang relatif mudah ditemukan, penelitian ini juga memberikan tambahan referensi ilmiah bagi pengembangan teknologi budidaya perikanan yang memperhatikan produktivitas dan keberlanjutan lingkungan.

 

Dalam konteks penguatan penelitian di lingkungan perguruan tinggi, publikasi ilmiah seperti ini turut memperkaya kontribusi UNG terhadap pengembangan ilmu kelautan dan perikanan. Kolaborasi dan pengembangan riset menjadi bagian penting dalam mendorong lahirnya inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh akademisi, peneliti, serta praktisi budidaya perikanan.

 

Meski menunjukkan hasil yang menjanjikan, pemanfaatan madu hutan dan air kelapa untuk maskulinisasi ikan nila masih memerlukan penelitian lanjutan. Pengujian mengenai konsentrasi optimal, mekanisme kerja senyawa bioaktif, konsistensi hasil, keamanan, serta efektivitas pada skala budidaya yang lebih besar diperlukan sebelum metode tersebut direkomendasikan untuk penerapan secara luas.

 

Melalui pengembangan penelitian di bidang akuakultur, UNG diharapkan terus berkontribusi dalam menghasilkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan yang mendukung kemajuan sektor perikanan. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi awal bagi pengembangan teknologi budidaya ikan nila yang inovatif, produktif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Sumber: https://journal.trunojoyo.ac.id/juvenil/article/view/34329