Gorontalo-Universitas
Negeri Gorontalo (UNG) terus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan
inovasi di bidang kelautan dan perikanan melalui penelitian yang mengeksplorasi
pemanfaatan bahan alami dalam kegiatan budidaya. Salah satu kajian yang
dikembangkan adalah penelitian mengenai efektivitas kombinasi madu hutan dan
air kelapa sebagai sumber fitohormon alami dalam proses maskulinisasi larva ikan
nila (Oreochromis niloticus).
Penelitian
berjudul “Efektivitas dari Madu Hutan dan Air Kelapa sebagai Fitohormon Alami
terhadap Proses Maskulinisasi Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus)” ditulis
oleh Moh Kelvin Makus, Juliana Juliana, dan Mita Alvionita. Hasil penelitian
tersebut dipublikasikan dalam Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan,
Volume 7, Nomor 2, halaman 179–187, pada Mei 2026.
Penelitian
ini berangkat dari kebutuhan untuk mengembangkan alternatif bahan alami dalam
proses maskulinisasi ikan nila, yang selama ini antara lain dilakukan
menggunakan hormon sintetis. Teknik maskulinisasi bertujuan meningkatkan
proporsi ikan jantan dalam populasi budidaya karena ikan nila jantan berpotensi
memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dalam kondisi pemeliharaan tertentu.
Pengembangan alternatif berbahan alami diharapkan dapat mendukung inovasi
teknologi akuakultur yang lebih berkelanjutan.
Dalam
penelitian tersebut, para peneliti menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap
(RAL) dengan empat perlakuan, yaitu pemberian madu hutan, air kelapa muda,
kombinasi madu hutan dan air kelapa, serta perlakuan kontrol. Setiap perlakuan
dilakukan sebanyak tiga kali ulangan. Larva ikan nila berumur tiga hari setelah
menetas direndam selama 10 jam, kemudian dipelihara selama 60 hari untuk
mengevaluasi persentase ikan jantan dan tingkat kelangsungan hidup.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kombinasi madu hutan dan air kelapa pada perlakuan
C menghasilkan persentase ikan jantan tertinggi, yakni 84,72%. Sementara itu,
tingkat kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan pemberian air
kelapa muda, yaitu sebesar 96,67%. Berdasarkan analisis statistik menggunakan
ANOVA, perlakuan yang diberikan menunjukkan pengaruh nyata terhadap parameter
yang diteliti pada taraf signifikansi 5%.
Temuan
tersebut memperlihatkan potensi pemanfaatan kombinasi bahan alami dalam
mendukung pengembangan teknik maskulinisasi ikan nila. Selain membuka peluang
pemanfaatan sumber daya yang relatif mudah ditemukan, penelitian ini juga memberikan
tambahan referensi ilmiah bagi pengembangan teknologi budidaya perikanan yang
memperhatikan produktivitas dan keberlanjutan lingkungan.
Dalam
konteks penguatan penelitian di lingkungan perguruan tinggi, publikasi ilmiah
seperti ini turut memperkaya kontribusi UNG terhadap pengembangan ilmu kelautan
dan perikanan. Kolaborasi dan pengembangan riset menjadi bagian penting dalam
mendorong lahirnya inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh akademisi, peneliti,
serta praktisi budidaya perikanan.
Meski
menunjukkan hasil yang menjanjikan, pemanfaatan madu hutan dan air kelapa untuk
maskulinisasi ikan nila masih memerlukan penelitian lanjutan. Pengujian
mengenai konsentrasi optimal, mekanisme kerja senyawa bioaktif, konsistensi
hasil, keamanan, serta efektivitas pada skala budidaya yang lebih besar
diperlukan sebelum metode tersebut direkomendasikan untuk penerapan secara
luas.
Melalui
pengembangan penelitian di bidang akuakultur, UNG diharapkan terus
berkontribusi dalam menghasilkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan yang
mendukung kemajuan sektor perikanan. Hasil penelitian ini dapat menjadi
referensi awal bagi pengembangan teknologi budidaya ikan nila yang inovatif,
produktif, dan berorientasi pada keberlanjutan.