Update Terkini

Berita

KKN UNG WUJUDKAN IMPLEMENTASI KERJA SAMA MELALUI PENDAMPINGAN HUKUM DAN BISNIS KOPERASI DESA BUHU
Umum
Umum 04 Sep 2026 0 dilihat

KKN UNG WUJUDKAN IMPLEMENTASI KERJA SAMA MELALUI PENDAMPINGAN HUKUM DAN BISNIS KOPERASI DESA BUHU

Gorontalo-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat implementasi kerja sama melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UNG di Desa Buhu, Kecamatan Talaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Jumat (4/9/26) yang menghadirkan pendampingan multidisiplin untuk memperkuat kelembagaan, aspek hukum, dan pengelolaan bisnis Koperasi Merah Putih.

 

Implementasi kerja sama tersebut dikemas melalui sosialisasi bertajuk “Pemanfaatan Hasil Pertanian dan Perikanan Berbasis Koperasi” yang berlangsung di aula Desa Buhu. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, pengelola koperasi, serta kelompok masyarakat dalam mendorong optimalisasi potensi pertanian dan perikanan melalui tata kelola koperasi yang lebih profesional dan berkelanjutan.

 

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Buhu, Moh. Daud Adam, didampingi tim dosen pembimbing, Dr. Hais Dama, Idham M. Ishak, S.E., M.Si., serta Meryana F. Dungga. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus Koperasi Merah Putih, BUMDes Buhu, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta gabungan kelompok tani dan nelayan.

 

Dalam implementasi kerja sama ini, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) UNG memberikan pendampingan terkait aspek yuridis kelembagaan ekonomi desa. Pendampingan mencakup pemahaman mengenai kedudukan Koperasi Merah Putih sebagai badan hukum, kepatuhan terhadap regulasi perkoperasian, penguatan administrasi dan AD/ART koperasi, serta perlindungan hak petani dan nelayan dalam perjanjian jual-beli maupun rantai pasok.

 

Pendampingan hukum tersebut diarahkan untuk memberikan kepastian dan perlindungan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi melalui koperasi. Dengan pemahaman hukum yang memadai, petani dan nelayan diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih kuat serta mampu mengantisipasi potensi sengketa maupun praktik perdagangan yang dapat merugikan.

 

Selain aspek hukum, implementasi kerja sama juga diperkuat melalui pendampingan bidang bisnis dan ekonomi. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNG membantu masyarakat memahami penyusunan skema bisnis, pengelolaan pembukuan keuangan, serta strategi menentukan harga pokok produksi (HPP) hasil pertanian dan perikanan. Pendampingan ini diarahkan agar koperasi mampu mengelola potensi komoditas desa secara lebih terukur dan memiliki dasar dalam menentukan strategi usaha.

 

Kolaborasi juga melibatkan mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Kedua bidang keilmuan tersebut berperan dalam mengidentifikasi potensi komoditas pertanian dan hasil perikanan lokal, sekaligus memberikan pemahaman mengenai mutu produk dan penanganan pascapanen sebelum hasil produksi dipasarkan melalui koperasi.

 

Kolaborasi lintas disiplin tersebut menunjukkan bahwa implementasi kerja sama UNG tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi diterjemahkan ke dalam program nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat. Pendekatan hukum, bisnis, pertanian, dan perikanan dipadukan untuk membangun ekosistem koperasi yang mampu mengelola potensi ekonomi desa secara lebih profesional.

 

Kepala Desa Buhu, Moh. Daud Adam, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN Tematik UNG yang hadir dengan pendekatan keilmuan yang saling melengkapi. Menurutnya, pendampingan yang diberikan dapat menjadi penguatan bagi Koperasi Merah Putih, khususnya dalam membangun tata kelola yang lebih profesional, akuntabel, dan mandiri.

 

Melalui implementasi kerja sama dan pendampingan tersebut, KKN Tematik UNG mendorong sinergi antara Pemerintah Desa, BUMDes, Koperasi Merah Putih, serta kelompok masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas pengelola koperasi, tetapi juga memperkuat posisi petani dan nelayan dalam rantai ekonomi desa.

 

Ke depan, sinergi yang dibangun di Desa Buhu diharapkan dapat berlanjut melalui penguatan tata kelola kelembagaan, pengembangan model bisnis, serta optimalisasi potensi pertanian dan perikanan lokal. Dengan demikian, kerja sama UNG bersama masyarakat dan pemerintah desa dapat memberikan dampak berkelanjutan terhadap kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Buhu.