Update Terkini

Berita

MELALUI PEKA, DOKTER MUDA UNG PERKUAT KOLABORASI DALAM PENEMUAN KASUS TUBERKULOSIS
Kerjasama
Kerjasama 02 Nov 2026 0 dilihat

MELALUI PEKA, DOKTER MUDA UNG PERKUAT KOLABORASI DALAM PENEMUAN KASUS TUBERKULOSIS

Gorontalo-Dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) memperkuat kolaborasi dengan Puskesmas Dumbo Raya, Kota Gorontalo, melalui pengembangan dan implementasi inovasi PEKA (Peduli, Kenali, Evaluasi, Ambil Langkah). Inovasi berbasis website ini dikembangkan sebagai sarana skrining mandiri tuberkulosis (TB) untuk mendukung penemuan kasus secara dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gejala dan faktor risiko penyakit tersebut.

 

Inovasi PEKA dikembangkan oleh Muthia Qurrota Aini, S.Ked., dan Annisa Regita Febriani, S.Ked., yang sedang menjalani stase Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas (IKM-IKK), di bawah bimbingan dr. Dian Pratiwi Iman, M.Kes., dan dr. Fadlun Bagu. Pengembangan program ini menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu kedokteran komunitas melalui kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan primer dalam menjawab kebutuhan penemuan kasus TB di masyarakat.

 

Sebagai bagian dari implementasi program, sosialisasi penggunaan website PEKA dilaksanakan pada 30 September 2026 di Puskesmas Dumbo Raya. Kegiatan tersebut menyasar masyarakat yang sedang mengakses pelayanan kesehatan dengan memperkenalkan fungsi website, tata cara pengisian skrining mandiri, serta langkah tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian. Melalui platform ini, masyarakat dapat melakukan identifikasi awal terhadap gejala dan faktor risiko TB serta memperoleh informasi mengenai langkah yang perlu dilakukan selanjutnya.

 

Implementasi PEKA berlangsung sejak 24 September hingga 17 Oktober 2026 dengan melibatkan 100 peserta skrining. Pelaksanaannya dilakukan melalui dua pendekatan, yakni integrasi dengan pelayanan poliklinik di dalam gedung puskesmas dan kegiatan di luar gedung melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kedua pendekatan tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan skrining sekaligus menjangkau masyarakat yang berpotensi memiliki gejala maupun faktor risiko tuberkulosis.

 

Dalam penggunaannya, PEKA mengelompokkan hasil skrining berdasarkan gejala dan faktor risiko yang dilaporkan masyarakat. Peserta yang menunjukkan gejala mengarah pada TB diidentifikasi sebagai terduga TB dan diarahkan untuk berkonsultasi dengan petugas kesehatan guna menjalani evaluasi serta pemeriksaan lanjutan, termasuk Tes Cepat Molekuler (TCM) sesuai indikasi.

 

Sementara itu, masyarakat tanpa gejala dikelompokkan berdasarkan faktor risiko yang dimiliki. Individu dengan faktor risiko tinggi diarahkan untuk berkonsultasi dengan petugas kesehatan terkait evaluasi lebih lanjut dan kemungkinan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) sesuai ketentuan yang berlaku. Adapun masyarakat yang tidak menunjukkan gejala maupun faktor risiko tinggi memperoleh edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan TB. Dengan demikian, PEKA tidak hanya menjadi sarana skrining awal, tetapi juga media edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.

 

Hasil implementasi menunjukkan bahwa PEKA berhasil membantu mengidentifikasi terduga TB yang kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan TCM dan memperoleh hasil positif. Temuan ini menjadi salah satu capaian penting dari kolaborasi dokter muda FK UNG dan Puskesmas Dumbo Raya dalam mendukung proses penemuan kasus tuberkulosis. Pemanfaatan skrining digital memungkinkan masyarakat yang berpotensi mengalami TB dikenali lebih awal dan dihubungkan dengan layanan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

 

Pelaksanaan program ini mendapat dukungan dari Puskesmas Dumbo Raya yang dipimpin Lisnawati Pakaya, S.KM., M.M.Kes. Keterlibatan pihak puskesmas menjadi bagian penting dalam memastikan inovasi PEKA dapat terintegrasi dengan kegiatan pelayanan kesehatan, baik di dalam gedung maupun melalui kegiatan kesehatan masyarakat di luar gedung. Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan kedokteran dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung upaya promotif dan preventif.

 

Komitmen terhadap keberlanjutan program juga ditunjukkan melalui tetap aktifnya website PEKA setelah periode mini project berakhir pada 17 Oktober 2026. Platform tersebut masih dimanfaatkan oleh Puskesmas Dumbo Raya untuk mendukung kegiatan skrining TB dalam pelayanan kesehatan maupun kegiatan di masyarakat. Keberlanjutan pemanfaatan ini menjadi salah satu bentuk tindak lanjut kolaborasi agar inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi dapat terus memberikan manfaat bagi pelayanan kesehatan.

 

Melalui PEKA, dokter muda FK UNG menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan dapat menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pengembangan teknologi skrining digital ini diharapkan dapat terus memperkuat penemuan kasus tuberkulosis, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan TB, serta mendukung penguatan pelayanan kesehatan primer dan upaya eliminasi tuberkulosis di Indonesia.