Gorontalo-Universitas
Negeri Gorontalo (UNG), melalui Fakultas Kedokteran (FK), terus mendorong
implementasi kerja sama di bidang kesehatan melalui pengembangan inovasi yang
berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Salah satu bentuk implementasi tersebut
diwujudkan melalui pengembangan TB FINDER, sebuah inovasi skrining tuberkulosis
(TB) berbasis digital dan manual yang diterapkan di Puskesmas Sipatana, Kota
Gorontalo, pada 30 September 2026.
Kegiatan
ini merupakan bagian dari Mini Project Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan
Kedokteran Komunitas FK UNG yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan
Puskesmas Sipatana. Inovasi TB FINDER dikembangkan oleh dokter muda Brigita
Sari Kristina Br. Ginting, S.Ked., dan Sitti Alfina Hatlah, S.Ked., di bawah
bimbingan dr. M. Yusril Ihza Djakaria, M.P.H., dan dr. Medy Sarita, M.Kes.
Pengembangan ini menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu kesehatan masyarakat
dan kedokteran komunitas dalam mendukung penguatan upaya skrining serta
penemuan terduga TB di lingkungan masyarakat.
TB
FINDER dirancang untuk mempermudah masyarakat mengenali gejala dan faktor
risiko tuberkulosis melalui dua metode skrining, yakni digital dan manual.
Melalui metode digital, masyarakat dapat memindai QR Code untuk mengakses
halaman skrining dan mengisi pertanyaan secara mandiri menggunakan telepon
genggam. Sementara itu, bagi masyarakat yang tidak memiliki telepon genggam
atau mengalami kendala dalam mengakses layanan digital, tersedia alternatif
pengisian kuesioner cetak. Penggabungan kedua metode ini diharapkan dapat
memperluas jangkauan skrining sekaligus memastikan kemudahan akses bagi
masyarakat dengan kondisi dan kemampuan yang beragam.
Dalam
implementasinya, media informasi dan QR Code TB FINDER ditempatkan pada enam
titik pelayanan di Puskesmas Sipatana, yaitu tempat skrining, meja pengkajian
atau pemeriksaan tanda-tanda vital, tempat pendaftaran, Pos Pembinaan Terpadu
(Posbindu), program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), serta
Poli Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). Penempatan tersebut merupakan
bagian dari upaya mengintegrasikan media skrining ke dalam lingkungan pelayanan
puskesmas agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat maupun dimanfaatkan oleh
tenaga kesehatan.
Instrumen
skrining TB FINDER memuat sejumlah pertanyaan mengenai gejala dan faktor risiko
tuberkulosis, meliputi batuk, lama batuk, keringat malam, penurunan berat
badan, penurunan nafsu makan, serta riwayat kontak erat dengan pasien TB.
Setelah menyelesaikan pengisian kuesioner, pengguna akan memperoleh hasil skrining
dalam tiga kategori warna, yaitu hijau, kuning, dan merah, berdasarkan jawaban
yang diberikan. Hasil tersebut berfungsi sebagai informasi awal untuk membantu
mengarahkan kebutuhan tindak lanjut. Khusus bagi masyarakat yang memperoleh
hasil skrining kategori merah, tersedia arahan untuk menghubungi pihak
Puskesmas Sipatana melalui WhatsApp guna mendapatkan informasi dan tindak
lanjut pemeriksaan lebih lanjut.
Kolaborasi
antara FK UNG dan Puskesmas Sipatana dalam penerapan TB FINDER menunjukkan
bahwa kerja sama perguruan tinggi dengan fasilitas pelayanan kesehatan dapat
diwujudkan melalui pengembangan dan pemanfaatan inovasi yang memberikan manfaat
langsung bagi masyarakat. Perguruan tinggi berperan dalam menghadirkan gagasan
dan pengembangan inovasi berbasis keilmuan, sedangkan puskesmas menjadi mitra
dalam penerapannya di lingkungan pelayanan kesehatan masyarakat.