Update Terkini

Berita

PERKUAT KOLABORASI RISET DAN AKADEMIK, UNG IKUTI SIMPOSIUM INTERNASIONAL BLUE TRANSFORMATION DI TIONGKOK
Kerjasama
Kerjasama 02 Nov 2026 0 dilihat

PERKUAT KOLABORASI RISET DAN AKADEMIK, UNG IKUTI SIMPOSIUM INTERNASIONAL BLUE TRANSFORMATION DI TIONGKOK

Tiongkok-Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperluas kiprah dan jejaring kerja sama akademik di tingkat internasional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui partisipasi dosen Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP), Dr. Arfiani Rizki Paramata, S.Pi., M.Si., dalam International Symposium on Sustainable Fisheries and Aquaculture and Blue Transformation yang diselenggarakan dalam rangkaian China Fisheries and Seafood Expo 2026 di Qingdao, Tiongkok.

 

Kegiatan internasional yang berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 di Qingdao Hongdao International Convention and Exhibition Center tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, serta pelaku industri perikanan dari berbagai negara. Forum ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan gagasan dalam mendorong pengembangan sektor perikanan dan akuakultur yang berkelanjutan.

 

Keikutsertaan akademisi UNG dalam simposium tersebut tidak hanya menjadi sarana peningkatan kapasitas keilmuan, tetapi juga membuka peluang penguatan kolaborasi riset dan akademik dengan berbagai institusi internasional. Melalui forum ini, UNG berkesempatan memperluas komunikasi dan membangun jejaring dengan para peneliti serta praktisi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor kelautan dan perikanan.

 

Salah satu isu strategis yang menjadi pembahasan utama dalam simposium adalah konsep Blue Transformation atau transformasi biru. Pendekatan ini mendorong pengembangan sektor perikanan dan akuakultur melalui pemanfaatan inovasi teknologi, peningkatan produktivitas, penguatan ketahanan pangan, serta pengelolaan sumber daya perairan yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

 

Menurut Arfiani, transformasi biru merupakan pendekatan penting dalam menjawab tantangan pembangunan sektor perikanan global. Peningkatan produksi dan produktivitas perikanan perlu diimbangi dengan perlindungan ekosistem serta pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab.

 

“Melalui pendekatan ini, sektor perikanan diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, dan mendukung keberlanjutan sumber daya perairan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

 

Selain mengikuti simposium, partisipasi dalam rangkaian China Fisheries and Seafood Expo 2026 juga memberikan kesempatan untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan industri perikanan dunia. Berbagai inovasi yang diperkenalkan mencakup teknologi budidaya, pengolahan hasil perikanan, pengemasan produk, pengendalian mutu, hingga perkembangan perdagangan produk perikanan di pasar internasional.

 

Pengetahuan dan pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi di lingkungan FKTP UNG. Berbagai informasi yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk memperkaya materi pembelajaran mahasiswa, mengembangkan topik penelitian, serta mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan potensi dan tantangan sektor kelautan dan perikanan di Gorontalo.

 

Arfiani menjelaskan bahwa keterlibatan dalam forum internasional juga memberikan peluang bagi akademisi untuk membangun komunikasi dan menjajaki kemungkinan kolaborasi dengan peneliti maupun praktisi dari berbagai negara.

 

“Partisipasi dalam forum internasional ini menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring akademik, bertukar pengetahuan, serta membuka peluang kerja sama dalam bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya terkait perikanan berkelanjutan dan transformasi biru,” terangnya.

 

Melalui partisipasi tersebut, UNG terus mendorong implementasi kerja sama internasional yang tidak hanya berorientasi pada penguatan jejaring kelembagaan, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan kolaborasi riset, pertukaran pengetahuan, dan peningkatan kapasitas sumber daya akademik.

 

Keikutsertaan dosen FKTP UNG dalam simposium internasional ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi, sekaligus memperluas kontribusi UNG dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.